MAKALAH  PENGEMBANGAN MEDIA DAN SUMBER BELAJAR PAI
“PRINSIP PENGGUNAAN DAN KLASIFIKASI MEDIA DAN SUMBER BELAJAR PAI ”





Dosen Pembimbing :
Dian Jelita, M.Pd

Disusun Oleh :
    KELOMPOK 2
Lidia Dwi Astuti (1811210118)


FAKULTAS TARBIYAH DAN TADRIS
JURUSAN TARBIYAH
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
IAIN KOTA BENGKULU TAHUN AJARAN 2020/2021



KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah swt. Yang telah melimpahkan rahmatNya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Prinsip Penggunaan Dan Klasifikasi Media Dan Sumber Belajar PAI”. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah saw. Keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan semua orang  yang setia menjadi pengikutnya dalam kebaikan dan keimanan hingga hari kiamat
Penulisan makalah ini berdasarkan literatur yang ada. Kami menyadari akan kemampuan yang sangat terbatas sehingga dalam penyusunan makalah ini banyak terdapat kekurangan. Namun makalah yang disajikan sedikit banyak bermanfaat bagi  kami khususnya dan mahasiswa lain  pada umumnya.
Kami juga menyadari penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna, maka dengan hati terbuka kami menerima segala kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah tersebut.
Bengkulu,  17 MARET 2020


Kelompok 2
II
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR II
DAFTAR ISI III
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang 1
Rumusan Masalah 1
Tujuan 1
BAB II PEMBAHASAN
Penggunaan media dan sumber belajar PAI 2-3
Klasifikasi media dan sumber belajar PAI 6-8
BAB III PENUTUP
Simpulan 10
DAFTAR PUSTAKA 12











III
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sehubungan dengan penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran, para tenaga pengajar atau guru perlu cermat dalam pemilihan dan atau penetapan media dan sumber yang akan digunakannya. Kecermatan dan ketepatan dalam pemilihan media akan menunjang efektivitas kegiatan pembelajaran yang dilakukannya.
Disamping itu juga kegiatan pembelajaran menjadi menarik sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, dan perhatian siswa menjadi terpusat kepada topik yang dibahas dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukannya. Kecerrmatan dan ketepatan dalam memilih media dan sumber pembelajaran dipengaruhi oleh banyak faktor seperti luas sempitnya pengetahuan dan pemahaman tenaga pengajar tentang kriteria dan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan serta prosedur pemilihan media pembelajaran.
Uraian berikut akan membahas hal-hal dimaksud agar kita dalam memilihan media dan sumber pembelajaran lebih  tepat.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana prinsip pengguaan media dan sumber pembelajaran PAI ? 
2.      Bagaimana klasifikasi media dan sumber pembelajaran PAI ?
C.    Tujuan
Untuk mengetahui prinsip-prinsip penggunaan media dan sumber pembelajaran PAI
Untuk mengetahui klasifikasi media dan sumber pembelajaran PAI




BAB II
PEMBAHASAN

Penggunaan Media Pembelajaran
Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. AECT (1979) mengartikan media sebagai salah satu bentuk dan saluran untuk proses transmisi informasi / pesan. Secara sederhana apa yang dimaksud dengan media dapat dikelompokkan dalam dua pengertian.Pengertian pertama dikatakan bahwa media adalah segala yang dapat digunakan untuk menyampaikan atau memperjelas pesan pembelajaran dan pengertian yang kedua adalah media yang dirancang secara khusus untuk mencapai tujuan atau kompetensi pembelajaran tertentu.
Penggunaan adalah proses, perbuatan, cara menggunakan sesuatu.Kata media berasal dari bahasa latin medius yang berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar dari pengirim kepada penerima pesan. Media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap. Dalam pengetahuan ini, guru, buku teks dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual dan verbal.Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah sarana pendidikan yang dapat digunakan sebagai perantara dalam proses pembelajaran untuk mempertinggi efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pengajaran.

Prinsip-prinsip Penggunaan Media dalam Pembelajaran PAI :

Apabila umat Islam mau mempelajari pelaksanaan pendidikan Islam sejak zaman silam sampai sekarang, tentunya para pendidik itu telah mempergunakan media pendidikan Islam yang bermacam-macam, walaupun diakui media yang digunakan ada kekurangannya. Oleh karena itu, media pendidikan ini harus searah dengan Al-Qur’an dan as-sunnah, tidak boleh bertentangan dengan Al-Qur’an dan as-sunnah. Prinsip-prinsip yang dapat dijadikan dasar dalam pengembangan atau penggalian kesejahteraan manusia di dunia yaitu:[11]
Sabda Rasul yang artinya;
“Mudahkanlah, jangan engkau persuli, berilah kabar-kabar yang menggembirakan dan jangan sekali-kali engkau memberikan kabar-kabar yang menyusahkan sehingga mereka lari menjauhkan diri darimu, saling ta’atlah kamu dan jangan berselisih yang dapat merenggangkan kamu”. ( Al-Hadits ).
Dari hadits di atas dapat diambil kesimpulan, bahwa dalam menyelenggarakan kegiatan untuk kesejahteraan hidup manusia, yang termasuk didalamnya penyelenggaraan media pendidikan Islam harus mendasarkan kepada dua prinsip, yaitu:
1. Memudahkan dan tidak mempersulit.
2. Menggembirakan dan tidak menyusahkan.

B.  Prinsip penggunaan sumber belajar PAI 
Pemanfaatan Sumber belajarPAI Implementasi pemanfaatan sumber belajar di dalam proses pembelajaran sudah tercantum dalam kurikulum saat ini bahwa proses pembelajaran yang efektif adalah proses pembelajaran yang menggunakan berbagai macam sumber belajar.Pemanfaatan sumber belajar menggunakan model ASSURE. Model Pembelajaran ASSURE ini adalah model yang paling sederhana untuk pembelajaran. Model yang didasarkanpada pemanfaatan teknologi dan media, sertadikembangkan melalui pemilihan dan pemanfaatan metode, bahan ajar dan peran siswa dalam proses pembelajaran.Langkah –langkah dalam Model Pembelajaran ASSURE adalah sebagai berikut :
Analyze learner characteristics (Analisis karaktersiswa)Langkah awal dalam pembelajaran adalahmenganalisis siswa, tujuannya agar guru dapatmengenali karakteristik siswa yang akan melakukanproses pembelajaran. Setiap siswa memiliki karakter yang berbeda –beda, tidak bisa guru menyamakan karakter semua peserta didik. Karena setiap peserta didik memiliki keragaman etnis. Tugas sebagai pendidik harus memiliki rasa kemanusiaan yang nantinya akan membantu dalam memahami karakter peserta didik. Beberapa aspek karakter siswayang harus diketahui oleh guru, yaitu karakteristik umum,kompetensi spesifik yang telah dimiliki oleh siswasebelumnya, gaya belajar siswa, dan motivasi belajar siswa.Beberapa karakteristik umum menurut Chuickshank, diantaranya kondisi sosial ekonomis,faktor budaya, jenis kelamin, pertumbuhan, gaya belajar, dan kemampuan belajar. Kemudian dalam gaya belajar, setiap siswa memiliki gaya belajar yangberbeda –beda. Menurut Gregorc dalam Butlerterdapat 4 gaya belajar, yaitu concrete sequential(gaya belajar secara langsung dan sistematis),concrete random (gaya belajar dengan pendekatancoba –coba, biasanya anak yang memiliki gaya belajar ini lebih menyukai pada metode permainan dan simulasi), abstract sequential (gaya belajar yangcepat dalam memahami pesan, informasi verbal dansymbol), abstract random (gaya belajar yang memiliki kemampuan untuk memaknai pesan daninformasi yang disampaikan melalui media).Telah diterangkan dalam firman Allah SWT dalam surah ar-Ra’d:11

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
Ayat di atas menjelaskan bahwa sebagai guru harus dapat memberikan kenyamaan,perlindungan dan motivasi untuk siswa. Dengan begitu siswa akan terhindar dari rasa malasnya. Dan telah dijelaskan pula bahwa keberhasilan juga tergantung pada dirinya sendiri apakah mau atau tidak untuk mencapainya, hal ini termasuk ke dalam unsur motivasi instrinsik.
Dalam menentukan karakteristik siswa,setelah guru menganalisis aspek –aspek di atas, guruharus melakukan assessment atau pengukuran untukmengetahui perilaku, tingkat perkembangan anak.Assessment ini memiliki beberapa manfaat, yaitumendukung belajar anak, mengidentifikasi anak apakah berkembang dengan normal atau memilikikebutuhan khusus, mengevaluasi program pembelajaran, memonitor kebutuhan anak, sebagai wujud tanggung jawab guru.Untuk itu pengukuran sangat penting dalam analisis karakteristik siswa. Setelah guru dapat menganalisis karakter siswa, makaguru dapat menyiapkan metode, media, bahan ajar yang sesuai dengan karakter siswa.
State performance objectives (Menetapkankompetensi)Dalam langkah ini, guru menentukan tujuan sesuai dengan silabus atau kurikulum. Tujuan ini merupakan penjabaran dari kompetensi, pengetahuan,keterampilan dan sikap yang akan dimiliki oleh siswasetelah menempuh proses pembelajaran. Tujuan ini juga mengarah pada evaluasi dan hasil belajar siswa.
Select methods, media, and materials (Memilihmetode, media, dan bahan ajar)Dalam langkah ini, guru harus pintar untukmemilih metode, media, dan bahan ajar yang sesuaiuntuk siswa. Kesesuaian ini dapat dilihat darikarakteristik siswa. Kesesuaian dalam memilih dapat mempengaruhi keefektifan, efisien dan daya tariksiswa dalam belajar. Metode, media, bahan ajar pembelajaran.
Utilize materials (Pemanfaatan bahan ajar dan media pembelajaran)Ketika guru sudah dapat memilih bahan ajar dan media yang sesuai, guru harus dapat memanfaatkannya dengan baik dengan menggunakan metode yang telah dipilih. Selain ketiga komponentersebut, guru juga harus mempersiapkan kelas, dan sarana pendukungnya.
Requires learner participation (Melibatkan siswadalam proses pembelajaran)Proses pembelajaran akan berlangsungefektif, efisien, dan memiliki daya tarik ketika siswaikut berpartisipasi dalam proses ini. Jika siswa aktifdalam proses pembelajaran akan memudahkan siswauntuk memahami materi yang diberikan oleh guru,serta menumbuhkan motivasi belajar siswa.
Evaluate and revise (evaluasi dan revisi)Setelah melakukan proses pembelajaran,selanjutnya diadakan evaluasi dan revisi. Tahap inibertujuan untuk menilai efektivitas dan efisienprogram pembelajaran dan menilai pencapaian hasilbelajar siswa. Dalam evaluasi untuk menilaiefektivitas proses pembelajaran yaitu terjawabnya pertanyaan apakah proses pembelajaran ini mencapai tujuan, apakah metode, media, bahan ajar dapat membantu proses pembelajaran, apakah siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Untuk revisi dilakukan ketika hasil evaluasi kurang memuaskan.Dalam revisi guru memperbaiki komponen –komponen pembelajaran agar pembelajaran dapat efektif dan efisien.Sumber belajar memiliki fungsi yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran. Jika media pembelajaran hanya sekedar media untuk menyampaikan pesan, sedangkan sumber belajar tidak hanya memiliki fungsi tersebut, tetapi juga termasuk strategi, metode dan tekniknya.

Klasifikasi Media  Pembelajaran
Klasifikasi media pembelajaran dilihat dari sifat, jangkauan, dan teknik pemakainnya.
Dari segi sifatnya, media dapat dibagi ke dalam:
Media auditif, yaitu media yang hanya dapat didengar saja atau media yang memiliki unsur suara .
Media visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung unsur suara.
Media audiovisual,yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang bisa dilihat.
Dari kemampuan jangkauannya,media dapat dibagi kedalam:
Media yang memiliki daya liput yang luas dan serentak.
Media yang mempunyai daya liput yang terbatas oleh ruang dan waktu.
Dari cara atau teknik pemakaiannya, media dapat dibagi kedalam:
Media yang diproyeksikan.
Media yang tidak diproyeksikan
Media pembelajaran secara garis besar




Penjelasan singkat tentang media pembelajaran:
Media visual adalah media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indra penglihatan. Misalnya, guru menjelaskan dengan media gambar mati atau bergerak, seperti:
Gambar mati/ diam
Gambar mati/ diam adalah gambar-gambar yang disajikan secara fotografik. Gambar yang disajikan harus ada kaitannya dengan kompetensi yang akan dibentuk pada siswa atau materi yang akan dipelajari siswa, seperti gambar atau fototubuh manusia.
Media grafis
Media grafis adalah media dua dimensi yang dirancang secara khusus untuk mengomunikasikan pembelajaran ( bukan fotografik). Diagram adalah gambaran sederhana yang dirancang untuk memperlihatkan tentang hubungsn tata kerja, dari sesuatu  benda. Bagan dirancang untuk menggambarkan atau menunjukkan sesuatu ide gagasan melalui garis, gambar, simbol, dan kata-kata singkat.
Model dan ralia
Model dan realia adalah alat bantu visual dalam pembelajaran yang berfungsi memberikan pengalaman langsung. Realia merupakan model objek nyata dari suatu benda. Siswa belajar secara langsung dari objek yang sedang dipelajari. Proses belajar yang  dikembangkan dapat mengakomodasi tentang pembelajaran berbasis pengalaman.
Media audio adalah media yang hanya dapat didengar dengan menggunakan indra pendengaran saja. Medi ini mengandung pesan audio sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan,perhatian, kreatifitas, dan inovatif siswa tetapi menuntut  kemampuan daya dengar dan menyimak siswa.
Audiovisual adalah alat bantu yang dapat digunakan melalui pendengaran dan melalui penglihatan.   



.Klasifikasi Sumber Belajar
      Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa sumber belajar sangat beraneka ragam baik jenis dan bentuknya. Sehingga, hal tersebut membuat klasifikasi sumber belajar tidaklah mudah. Hail itu disebabkan oleh sulitnya membuat batas yang tegas dan pasti tentang perbedaan atau cirri-ciri yang terdapat dalam sumber belajar. Misalnya, kegiatan diskusi dapat diklasifikasikan kedalam sumber belajar yang di rancang, namun dapat juga dimasukkan klasifikasi sumber belajar yang dimanfaatkan, sebab kegiatan diskusi yang spontan dalam kegiatan pengajaran bias terjadi tanpa direncanakan sebelumnya.
      Ahmad Rivai dan Abu Ahmadi menjelaskan beberapa kriteria umum yang terdapat didalam penentuan sumber belajar. Di mana, kriteria umum ini merupakan ukuran kasar dalam memilih perbagai sumber belajar, misalnya:
a.Ekonomis atau biaya, apakah ada biaya untuk penggunaan sumber belajar (yang memerlukan biaya) misalnya, overhead projector beserta transparasinya, video tape/tv beserta cassetnya dan sebagainya.

b.Teknisi atau tenaga, yaitu entah guru atau pihak lain yang mengoperasikan suatu alat tertentu yang dijadikan sumber belajar. Adakah tersedia teknisi khusus/pembantu atau guru guru itu sendiri, apakah dapat mengoperasikanya? misalnya, cara mengoperasikan slide, video tape/tv, laboratorium dan sebagainya.

c.Bersifat praktis dan sederhana, yaitu mudah dijangkau mudah dilaksanakan dan tidak tertalu sulit/ langka.

d.Bersifat fleksibel, maksudnya sesuatu yang dimanfaatkan sebagai sumber belajar jangan bersifat kaku atau paten, tapi harus mudah dikembangkan, bisa dimanfaatkan untuk tujuan pengajaran, tidak mudah dipengaruhi oleh faktor lain.

e.Relevan dengan tujuan pengajaran dan komponen komponen pengajaran lainya.

f.Dapat membantu efisien dan kemudahan kemudahan pencapaian tujuan pengajaran/belajar.

g.Memiliki nilai positif bagi proses/aktifitas pengajaran khususnya peserta didik
       h.Sesuai dengan interaksi dan strategi pengajaran yang telah             dirancang /sedang dilaksanakan.


































BAB III
PENUTUP

SIMPULAN
Prinsip penggunaan media dan sumber belajar PAI:
Prinsip-prinsip media yang dapat dijadikan dasar dalam pengembangan atau penggalian kesejahteraan manusia di dunia yaitu:[11]
Sabda Rasul yang artinya;
“Mudahkanlah, jangan engkau persuli, berilah kabar-kabar yang menggembirakan dan jangan sekali-kali engkau memberikan kabar-kabar yang menyusahkan sehingga mereka lari menjauhkan diri darimu, saling ta’atlah kamu dan jangan berselisih yang dapat merenggangkan kamu”.

 Model Pembelajaran ASSURE ini adalah model yang paling sederhana untuk pembelajaran. Model yang didasarkanpada pemanfaatan teknologi dan media, sertadikembangkan melalui pemilihan dan pemanfaatan metode, bahan ajar dan peran siswa dalam proses pembelajaran
Klasifikasi media dan sumber belajar PAI :
Klasifikasi media pembelajaran dilihat dari sifat, jangkauan, dan teknik pemakainnya.
Dari segi sifatnya, media dapat dibagi ke dalam:
Media auditif, yaitu media yang hanya dapat didengar saja atau media yang memiliki unsur suara .
Media visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung unsur suara.
Media audiovisual,yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang bisa dilihat.

Dari kemampuan jangkauannya,media dapat dibagi kedalam:
Media yang memiliki daya liput yang luas dan serentak.
Media yang mempunyai daya liput yang terbatas oleh ruang dan waktu.
Dari cara atau teknik pemakaiannya, media dapat dibagi kedalam:
Media yang diproyeksikan.
Media yang tidak diproyeksikan
               Klasifikasi sumber belajar diantaranya ekonomis, teknisi, fleksibel, relevan, efisien, memiliki nilai positif, sesuai dengan interaksi dan strategi.









DAFTAR PUSTAKA
Dr. Rusman, M.Pd. 2017. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana
http://digilib.uinsby.ac.id/2346/3/Bab%202.pdf hlm: 33 diakses pada 16 maret 2020
http://etheses.uin-malang.ac.id/3453/1/12110116.pdf  hlm: 23 diakses pada 16 maret 2020

Komentar

Posting Komentar